RSS

Tekologi Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif (Perusahaan dalam Lingkungannya)

16 Nov

Lingkungan adalah pola semua kondisi-kondisi atau faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi atau menuntun kea rah kesempatan atau ancaman-ancaman pada kehdupan dan pengembangan perusahaan.

  1. Pentingnya Analisis dan Diagnosis Lingkungan

Beberapa alasan pokok tentang pentingnya analisis dan diagnosis lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Lingkungan berubah sangat cepat dan dinamis, sehingga para manager perlu menganalisis dan mengdiagnosis perubahan lingkungan tersebut.

Meskipun bagi sebagian perusahaan-perusahaan tertentu perubahan lingkungan tersebut mempunyai dampak negatif tetapi bagi perusahaan lain dapat mempunyai dampak positif.

  • Para manager perlu menyelidiki lingkungan untuk:
  1. Menentukan apakah faktor-faktor dalam lingkungan saat sekarang mengancam pada strategi perusahaan saat sekarang pula, dan pencapaian tujuan perusahaan.
  2. Menentukan apakah faktor-faktor dalam lingkungan saat sekarang memberikan kesempatan-kesempatan yang lebih besar untuk pencapaian tujuan dengan cara menyesuaikan strategi perusahaan.
  • Perusahaan yang secara sistematis melakukan analisis dan diagnosis lingkungan umumnya lebih efektif dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Analisis dan diagnosis lingkungan memberikan waktu pada para penyusun strategi untuk mengantisipasikan kesempatan-kesempatan dan merencanakan tanggapan atau reaksi terhadap lingkungan tersebut. Analisis dan diagnosis lingkungan juga membantu para penyusun strategi untuk mengembangkan suatu sistem peringatan dini untuk mencegah ancaman-ancaman atau untuk mengembangkan strategi yang dapat mengarahkan ancaman menjadi keuntungan strategi.

2.  Faktor-faktor Lingkungan

Terdapat banyak faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi perusahaan dan faktor tersebut saling berinteraksi antara satu dengan yang lain.

Sehingga dari beberapa penggolongan faktor lingkungan tersebut, secara aklektif dapat disusun faktor-faktor lingkungan yang sifatnya melengkapi sebagai berikut:

  1. Ekonomi
  2. Politik, termasuk pemerintah dan aturan-aturannya
  3. Pasar dan persaingan
  4. Pemasok dan teknologi
  5. Sosial
  6. Geografi

Hubungan antara Perusahaan dalam Lingkungannya

Setelah pembahasan tentang lingkungan dan tujuan dari perusahaan maka sekarang kita dapat mengetahui hubungan perusahaan dengan lingkungannya baik eksternal maupun internal. Kesuksesan suatu perusahaan tidak pernah lepas dari pengaruh lingkungan disekitarnya, hubungan baik akan sangat menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri. Peran serta suatu lingkungan perusahaan baik eksternal maupun internal sangat besar manfaatnya bagi kelangsungan sidup suatu perusahaan.

Seorang manajemen puncak harus cakap untuk mengamati lingkungan dan menyesuiakan tujuan dan strategi mereka pada realitas lingkungan dan saling hubungan diantara kekuatan eksternal. Lingkungan eksternal yang perlu mereka amati meliputi:

  1. Pemerintah

Pemerintah menyusun peraturan dalam rangka melindungi dan memajukan kesejahteraan umum. Dalam menyusun tujuan perusahaan maka harus memperhatikan semua peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi perusahaan, misalnya:

  • Pengendalian polusi
  • Perpajakan
  • Perlindungan industri kecil
  • Peraturan import dan eksport
  • Peraturan hak cipta, merk dagang dan lain-lain
  • Perlindungan konsumen
  1. Organisasi karyawan

Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu unsur penting yang diperlukan untuk keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan.

Oleh karena itu perlu dijalin hubungan yang harmonis dan saling menunjang antara perusahaan dengan organisasi karyawan. Dalam menyusun tujuan perusahaan perlu dipertimbangkan kepentingan karyawan, misalnya:

  • Tingkat gaji dan upah
  • Perluasan kesempatan kerja
  • Kesejahteraan karyawan
  • Waktu libur karyawan
  1. Para pesaing

Para pesaing mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pencapaian tujuan, strategi pesaing mempengaruhi strategi perusahaan, misalnya: dalam hal penentuan harga jual dan pelayanan yang tidak realistik, pengeluaran biaya adpertensi dan promosi besar-besaran dan sebagainya.

  1. Pemasok

Pemasok atau rekanan, atau supplier dapat mempengaruhi kelancaran kegiatan dan strategi perusahaan, misalnya: pemasok memgang monopoli, pemasok menentukan harga yang terlalu mahal, dan sebagainya.

  1. Pembeli

Para pembeli memiliki seleradan perilaku yang beraneka ragam. Mereka semuanya menginginkan barang atau jasa dalam kuantitas dan kualitas yang memadai, dengan harga terjangkau, dan dengan pelayanan yang memuaskan mereka. Selera dan perilaku pembeli mempengaruhi perumusan tujuan dan strategi perusahaan.

  1. Para pemilik dan pemegang saham

Kepuasan para pemilik dan pemegang saham dipengaruhi oleh tingkat kepuasan atas pengharapan mereka kepada perusahaan dan harapan mereka terhadap alternatif investasi lainnya. Faktor yang mempengaruhi kepuasan para pemilik atau pemegang saham adalah laba atau deviden yang dibagikan serta peningkatan perumusan tujuan dan strategi perusahaan.

  1. Para kreditur

Para kreditur meminjamkan dananya pada perusahaan dengan syarat-syarat dan mungkin juga jaminan tertentu yang harus dipatuhi perusahaan. Syarat-syarat tertentu dapat mempengaruhi tujuan dan strategi perusahaan.

Sehingga karena adanya berbagai pengaruh realitas dan saling hubungan lingkungan eksternal, manajemen puncak menghadapi masalah bagaimana menyusun tujuan yang mencerminkan keseimbangan pengaruh kekuatan diantara perusahaan dengan lingkungannya. Dalam hal ini secara ekstern hubungan antara perusahaan dan lingkungannya dapat digolongkan menjadi dua dimensi, yaitu:

  1. Lingkungan yang mempunyai pengendalian total terhadap organisasi
  2. Organisasi yang mempunyai pengendalian total terhadap lingkungan
Bagaimana Perusahaan Mengimplementasikan Corporate Social Responsibility (CSR)?
Dalam menjalankan aktivitas CSR, tidak ada standar atau praktik tertentu yang dianggap terbaik. Setiap perusahaan memiliki karakteristik dan situasi unik yang berpengaruh terhadap bagaimana mereka memandang tanggung jawab sosial. 

Implemantasi CSR yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan sangat bergantung kepada misi, budaya, lingkungan dan profil risiko, serta kondisi operasional masing-masing perusahaan. Aktivitas CSR perlu diintegrasikan dengan pengambilan keputusan inti, strategi, aktivitas, dan proses manajemen perusahaan.

Meskipun tidak terdapat standar atau praktik-praktik tertentu yang dianggap terbaik dalam pelaksanaan aktivitas CSR, namun kerangka kerja (framework) yang luas dalam pengimplementasian CSR masih dapat dirumuskan, didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan dalam bidang-bidang seperti manajemen lingkungan. Kerangka kerja ini mengikuti model “plan, do, check, dan improve” dan dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Penilaian Terhadap CSR
Bertujuan mengidentifikasi masalah, peluang, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan CSR. Tahapan penilaian CSR adalah sebagai berikut:
• Membentuk tim kepemimpinan CSR
• Merumuskan definisi program CSR
• dan aktivitas perusahaan
• Mengidentifikasi dan melibatkan
• stakeholder kunci

Mengembangkan strategi CSR
Strategi CSR dimulai dengan menetapkan arah dan lingkup jangka panjang agar perusahaan berhasil memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dan berada dalam lingkungannya yang unik, guna memenuhi kebutuhan pasar dan ekspektasi para stakeholder. Langkah-langkah pengembangan strategi CSR adalah:
• Membangun dukungan dengan manajemen senior dan karyawan
• Pengamatan terhadap pihak lain
• Mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan
• Mengembangkan opsi bagi kelanjutan program CSR
• Membuat keputusan dalam hal arah, pendekatan, dan fokus

Membangun Komitmen CSR
Komitmen CSR adalah instrumen yang mengindikasikan apa yang ingin dilakukan dalam rangka memberi perhatian terhadap pengaruh sosial dan lingkungannya. Cara-cara yang dapat ditempuh antara lain:
• Lakukanlah pemindaian (scanning) terhadap komitmen CSR
• Lakukanlah diskusi dengan para stakeholder utama
• Ciptakanlah sebuah kelompok kerja untuk membangun komitmen
• Siapkan draf awal
• Konsultasikan dengan stakeholder yang terkena dampak
• Revisi dan terbitkan komitmen

Mengimplementasikan Komitmen CSR
Implementasi mengacu kepada keputusan, proses, praktik, dan aktivitas yang menjamin bahwa perusahaan memenuhi semangat dan menjalankan rencana tertulis yang telah disusun. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengimplementasikan CSR:
• Membangun sebuah struktur penngambilan keputusan CSR yang terintegrasi
• Siapkan dan implementasikan rencana bisnis CSR
• Menetapkan sasaran yang terukur dan mengidentifikasi pengukuran kinerja
• Libatkan karyawan dan juga pihak-pihak lain yang menjadi sasaran dari komitmen CSR
• Merancang dan menjalankan pelatihan mengenai CSR
• Membangaun mekanisme guna memberikan perhatian terhadap perilaku yang problematik
• Ciptakan rencana komunikasi internal dan eksternal

Verifikasi dan Laporan Mengenai Kemajuan
Merupakan alat untuk mengukur apakah kinerja yang dihasilkan sudah sesuai dengan yang diharapkan sehingga memberi kesempatan untuk melihat seberapa baik perusahaan memenuhi komitmennya serta pengaruh yang ditimbulkannya.

Evaluasi dan Perbaikan
Bertujuan menelusuri perkembangan pendekatan CSR yang dilakukan dan menjadi dasar perbaikan dan modifikasi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2010 in SIM

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: