RSS

Operating Lease bagi Lessor dan OPEB

19 Mar

Pertanyaan No. 3.14

Bila sebuah sewa dianggap sebagai sewa operasi bagi lessee maupun lessor, jelaskan jumlah yang tertera dalam neraca lessee ataupun lessor terkait dengan kewajiban sewa dan aset sewa.

Jawaban :

Lessee atau lessor mencatat MLP (Minimum Lease Payment) sebagai beban (pendapatan sewa) saat terjadinya, dan tidak ada aset/kewajiban yang diakui dalam neraca.

Lessee sering mengatur sebuah sewa agar dapat dicatat sebagai operating lease. Dengan cara tersebut, lessee melakukan pendanaan diluar neraca (off-balance sheet financing). Yang mengacu pada kenyataan bahwa dalam sewa operasi, aset sewa/kewajiban yang terkait tidak diakui dalam neraca.

a. Operating lease menyajikan kewajiban lebih rendah dengan tidak menyajikan pendanaan sewa guna usaha dalam neraca..
b. Operating lease menyajikan aktiva lebih rendah dari seharusnya.
c. Operating lease menunda pengakuan beban dibandingkan dengan capital lease.
d. Operating lease menyajikan kewajiban lancar lebih rendah dari seharusnya.
e. Operating lease memasukkan bunga dalam beban sewa.

Pertanyaan No. 3.33

Apakah kewajiban OPEB dan bagaimana menentukannya?

Jawaban :

Kewajiban pemberi kerja dalam SFAS 106 disebut akumulasi kewajiban imbalan pascapensiun (accumulated postretirement benefit obligation-APBO). Total biaya ditentukan secara aktuaria untuk menyediakan imbalan di masa depan, kewajiban imbalan pascapensiun yang diharapkan (expected postretirement benefit obligation-EPBO), diakui secara bertahap selama masa jasa pegawai yang diharapkan.

Imbalan pascapensiun selain pensiun atau imbalan karyawan pascapensiun lainnya (other postretirement employee benefit-OPEB) merupakan imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada pensiunan dan anggota keluarganya. Contohnya adalah asuransi jiwa, perawatan kesehatan, bantuan perumahan, serta jasa hokum dan pajak.
Hanya sedikit perusahaan yang mendanai kewajiban OPEB tersebut. Perbedaan besar lainnya adalah bentuk imbalan pascapensiun yang sering kali berbentuk jasa yang dijanjikan seperti imbalan perawatan kesehatan, bukan kompensasi dalam bentuk uang.

1. Akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation-ABO) merupakan nilai sekarang aktuaria kewajiban imbalan pensiun di masa depan kepada pekerja pada saat pensiun berdasarkan kompensasi saat ini.Nilai sekarang sama dengan kewajiban kini pemberi kerja jika program pensiun dihentikan.

2. Ciri-ciri Akuntansi OPEB
• Pelaporan biaya bersih (net cost reporting). (1) nilai sekarang biaya akrual untuk kompensasi yang dijanjikan atas jasa pegawai; (2) akrual biaya bunga sampai saat pembayaran imbalan; dan (3) pengembalian investasi dalam aktiva program –pengembalian tersebut tidak mengurangi biaya sebagian besar program karena sebagian besar tidak didanai.
• Pengakuan yang ditunda (delayed recognition). Perubahan-perubahan tertentu dalam OPEB. Hal ini dilakukan melalui proses penangguhan dan amortisasi yang bertujuan menghindarkan biaya kini dari votalitas yang berlebihan.
• Saling hapus (offsetting). Aktiva program yang dibatasi untuk pembayaran OPEB saling hapus dengan akumulasi kewajiban imbalan pascapensiun untuk menentukan nilai yang diakui dalam neraca.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 19, 2011 in Analisis Laporan Keuangan (ALK)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: